Daisypath Happy Birthday tickers
Daisypath Anniversary tickers

Monday, September 26, 2011

Listen



I will never give up on my dreams!

Thursday, September 22, 2011

The husband Store

Sumber: Internet.

A store that sells husbands has just opened in New York City, where a woman may go to choose a husband.

Among the instructions at the entrance is a description of how the store operates. You may visit the store ONLY ONCE!

There are six floors and the attributes of the men increase as the shopper ascends the flights.

There is, however, a catch. ... You may choose any man from a particular floor, or you may choose to go up a floor, but you cannot go back down except to exit the building.

So, a woman goes to the Husband Store to find a husband. .

On the first floor the sign on the door reads:

Floor 1 - These men have jobs and love the Lord.

*********

The second floor sign reads:

Floor 2 - These men have jobs, love the Lord, and love kids.

*********

The third floor sign reads:

Floor 3 - These men have jobs, love the Lord, love kids, and are extremely good looking.

" Wow," she thinks, but feels compelled to keep going.

*********
She goes to the fourth floor and sign reads:

Floor 4 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop- dead good looking and help with the housework.

"Oh, mercy me!" she exclaims, "I can hardly stand it!"

*********

Still, she goes to the fifth floor and sign reads:

Floor 5 - These men have jobs, love the Lord, love kids, are drop- dead gorgeous, help with the housework, and have a strong romantic streak.

She is so tempted to stay, but she goes to the sixth floor and the sign reads:

*********

Floor 6 - You are visitor 4,363,012 to this floor. There are no men on this floor. This floor exists solely as proof that women are impossible to please.

Thank you for shopping at the Husband Store. Watch your step as you exit the building, and have a nice day!

p/s: Tak perlu lah nak impikan seseorang yang perfect kalau diri sendiri pun serba kekurangan. Hidup berumahtangga perlu give and take. Jika salah seorang buat salah, jangan kita cepat melenting tanpa berfikir. Harus diingat pasangan kita pun manusia biasa, seperti juga kita. Yang penting, kena saling faham dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Sekian, tazkirah ringkas. ekeke.. tata.

Tuesday, September 20, 2011

To Ponder

If you can't explain it simply, you don't understand it well enough.

- Albert Einstein

Tuesday, September 13, 2011

When You fall in Love


So, yang belum berteman, belum berkahwin, tak reti-reti? tapi make sure habiskan belajar dulu, kalau tak menyusahkan mak bapak pulak.

Ok, ini lah hasil yang kita dapat bila bosan+lapo+takde kerje o hoiii+ kejap lagi nak cari pisang goreng kalau ada... Amacam? not bad huh? kiki..


Ok, tata!

p/s: Mcm sedih je lagu latar.. sesuai ke dengan sweet memories aku neh? hehe.. ok lah tu, malas nak edit. hua3x. Goreng pisang yeay! goreng pisang yeay! eh, ke pisang goreng? Pisang goreng yeay!

Wednesday, August 10, 2011

Orang ikhlas Selalu tertindas? -- Part 2.

Sebelum tu, baca yang ini dulu.. Ok, ini sambungannya..

“AlLah telah membalas dengan ganjaran yang lebih baik dan lebih kakak sukai. Bila kakak ikhlas bekerja dalam organisasi ini, AlLah berikan kepada kakak anak-anak yang cerdas menjadi.” kataku.

“Tidak pernah saya terfikir begitu encik…”

“AlLah Maha Berkuasa. Ada kalanya takdir dan perbuatan-Nya terlalu misteri dan rahsia untuk dijangkau oleh pemikiran kita. Tetapi yakinlah what you give, you get back. Itu hukum sunatulLah dalam hubungan sesama manusia. Kebaikan yang kita buat akan kembali kepada kita. Yakinlah.” kataku penuh semangat

“Walaupun bukan daripada seseorang atau sesuatu pihak yang kita berikan kebaikan itu?”

“Maksud kakak?” tanya saya menguji kefahaman kakak itu.

“Macam ni, saya buat kebaikan kepada organisasi tempat saya bekerja, tapi AlLah berikan kebaikan kepada keluarga. Pembalasan AlLah bukan di tempat saya bekerja, sebaliknya diberikan dalam keluarga saya. Begitukah encik?” tanya kakak tadi dan nampaknya dia sudah semakin jelas.

“Itulah yang saya katakan tadi, takdir AlLah kekadang terlalu misteri. Tetapi ketetapannya mutlak dan muktamad, siapa yang memberi kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dalam istilah biasa itu dipanggil golden rule!”

Kakak itu termenung. Mungkin memikirkan pertalian dan kaitan antara apa yang berlaku dalam organisasi dengan familinya.

“Metafora atau analoginya begini. Katalah kita sedang memandu di satu jalan yang mempunyai dua atau tiga lorong. Penuh sesak. Tiba-tiba sebuah kereta yang tersalah lorong di sebelah memberi isyarat untuk masuk ke lorong kita. Kerana simpati melihat dia terkial-kial memberi isyarat, kita pun beralah, lalu memberi laluan untuk kereta itu masuk di hadapan kita…” saya terus menyambung..

“Kemudian kita terus memandu ke hadapan. Mungkin sejam kemudian atau setelah berpuluh-puluh kilometer, tiba-tiba kita pula yang tersalah lorong. Kita pula yang memberi lampu isyarat untuk masuk ke lorong sebelah. Soalnya logikkah kalau kita mengharapkan kereta yang kita bantu sebelumnya memberi laluan untuk kita?” tanya saya.

Kakak itu tersenyum dan berkata, “Tentu tak logik encik. Kereta yang kita bantu tadi entah ke mana perginya.”

“Tapi ada tak kereta lain yang simpati dan memberi laluan untuk kita?’ tanya saya.

“Pasti ada! Insya-AlLah.” jawab kakak itu dengan penuh yakin.

“Ya, begitulah. Padahal kereta itu tidak pernah sekali pun kita tolong. Tetapi AlLahlah yang menggerakkan hati pemandunya untuk memberi laluan kepada kita. Orang yang kita beri kebaikan, tidak ada di situ untuk membalas kebaikan kita… Tetapi AlLah menggerakkan hati orang lain, yang tidak pernah merasa kebaikan kita untuk membalas kebaikan kita tadi.”

“SubhanalLah!” kakak itu beristigfar.

“Begitu dalam litar di jalan raya dan begitu jualah litar dalam kehidupan manusia. Kita buat baik kepada A, tetapi kerap kali bukan A yang membalas kebaikan kita tetapi B atau C atau D atau lain-lainnya yang membalasnya. Inilah hakikat yang berlaku dalam kehidupan ini.”

Saya suka cerita tentang kereta di atas. Sangat signifikan kan? Renung-renungkan dan selamat berbuka! Oh ya, esok abah balik dari umrah. Tetapi saya tak dapat nak jemput beliau di airport. Mujur hubby boleh ambil cuti. Comel rasanya bila mengenang hubby dan abah. Hihi.. Bestnya kalau saya boleh join. :( Ok lah, tata.